Pengaruh Sungai dalam Kehidupan Manusia

Pengaruh Sungai dalam Kehidupan Manusia

Sungai memiliki nilai strategis bagi suatu wilayah, dari segi ekologis sungai dapat menyediakan kebutuhan dalam berlangsungnya sumber keanekaragaman manusia. Sungai juga berfungsi sebagai jalur transportasi dan perdagangan masyarakat dalam sisi ekonomi. Sementara untuk keberlangsungan hidup manusia, sungai menyediakan air baku untuk kehidupan sehari hari dan turut andil dalam pembentukan tata sosial, budaya dan pola permukiman masyarakat.

Sungai Nil dengan panjang 6.693 km merupakan salah satu sungai terpanjang di dunia. Sungai ini memiliki peran sangat penting bagi masyarakat Mesir yang tinggal di tengah gurun pasir. Di tepi Sungai Nil banyak ditemukan situs sejarah Mesir Kuno, masyarakat Mesir Kuno awalnya merupakan pengungsi dari wilayah Sahara yang membangun pemukiman di tepi Sungai Nil. Masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Nil memiliki mata pencaharian bertani dan berburu. Masyarakat Mesir Kuno tidak khawatir akan kekurangan air karena aliran air sungai Nil yang melimpah, Mereka membangun berbagai irigasi dan waduk penampungan air untuk mengoptimalkan hasil pertanian.

Peta Mesir Kuno (c. 3150 SM hingga 30 SM) Sumber: Wikipedia.org

Peta Mesir Kuno (c. 3150 SM hingga 30 SM) Sumber: Wikipedia.org

Sungai Nil tidak hanya memberi kemajuan dalam bidang irigasi pertanian, tetapi juga turut andil dalam kemajuan bidang transportasi sungai. Pembangunan Piramida Gyza tak lepas dari pengaruh Sungai Nil, balok – balok batu besar untuk membangun piramida diangkut menggunakan perahu kayu di sepanjang Sungai Nil.

Indonesia memiliki Sungai Martapura di Banjarmasin yang sangat erat dengan budaya Suku Banjar. Rumah Lanting, merupakan rumah tradisional Suku Banjar yang sudah ada sejak awal abad ke-19. Pada awalnya Suku Banjar memanfaatkan kayu yang ditebang dari hulu Barito untuk dijual, kayu tersebut dirakit dan dihanyutkan ke muara sungai tempat terlaksananya transaksi perdagangan kayu. Hal tersebut yang membuat Suku Banjar membutuhkan rumah fleksibel yang dapat berpindah tempat.

Rumah Lanting Sumer: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Rumah Lanting, Sumer: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Rumah Lanting memiliki karakteristik mengapung dengan landasan pelampung berupa tiga buah balok kayu. Agar rumah lanting tidak hanyut, rumah ini perlu diikat ke kayu yang tertancap di sungai. Tata ruang dari rumah lanting mirip dengan rumah pada umumnya, terdapat ruang tamu dan kamar tidur di dalamnya, tetapi toilet terpisah dari rumah utama. Rumah lanting memiliki pintu (lawang) yang menghadap ke daratan dan sungai, jendela (lalungkang) terletak pada kanan dan kiri, untuk memudahkan mobilitas penghuni terdapat jembatan (titian) yang terbuat dari kayu yang menghubungkan antara rumah lanting dan daratan.

Saat ini rumah lanting sudah mulai ditinggalkan karena perkembangan zaman. Rumah lanting didesain untuk tahan banjir, tetapi pada saat surut rumah lanting cenderung pada posisi miring sehingga mudah rusak. Masyarakat juga cenderung membangun rumah panggung yang lebih stabil dan permanen, dan juga memudahkan mobilitas masyarakat untuk mendapatkan kebutuhannya di darat. 

ARI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

  • There are no post to show.

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

 

 

Scroll to Top