Pentingnya Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Pentingnya Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

Meningkatnya kegiatan manusia dalam rumah tangga mengakibatkan bertambahnya jumlah limbah cair. Sumber limbah cair rumah tangga bersifat organik yaitu dari sisa makanan dan deterjen yang mengandung fosfor. Limbah cair dapat meningkatkan nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan pH air. Keadaann tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.

Kolam oksidasi merupakan salah satu langkah yang bisa sahabat Rucika gunakan untuk dapat mengolah limbah cair rumah tangga. Kolam ini terdiri dari serangkaian kolam yang bertujuan untuk menjernihkan limbah cair sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Keunggulan kolam oksidasi ini dalam pengolahan limbah cair, yaitu konstruksi sederhana, mudah perancangannya dan dirubah.

Pemilihan metode pengolahan limbah cair tergantung pada tujuan pemanfaatan hasil olahan, biaya, dan lahan yang tersedia. Manfaat lain dari pengolahan limbah cair adalah mengurangi volume limbah cair yang masuk kedalam sistem drainase dan menciptakan ekologi sanitasi yang berkelanjutan.

Laporan Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2020 menunjukkan, lebih dari separuh rumah tangga atau 57,42% di Indonesia membuang air limbah mandi, mencuci, dan dapur secara langsung ke got/selokan/sungai. Selain itu, sebanyak 18,71% membuang limbah rumah tangga ke dalam lubang tanah. Ada juga 10,26% orang Indonesia yang membuang limbah ke tangki septik. Berikutnya, 1,67% orang Indonesia  membuang limbah rumah tangga ke sumur resapan. Namun, hanya ada 1,28% yang membuang limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Laporan itu menyebutkan, DKI Jakarta merupakan provinsi yang mempunyai persentase tertinggi dalam pembuangan limbah rumah tangga langsung ke got/selokan/sungai dan persentasenya mencapai 79,72%.

Adapun, pencemaran air selalu membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan dan juga kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Di antaranya, menurunkan jumlah oksigen di dalam air, mematikan binatang yang ada di air, menganggu kesuburan tanah dan produktivitas tumbuhan, serta memberikan dampak pada kesehatan seperti diare hingga demam berdarah. Cara yang tepat dalam mengolah limbah rumah tangga yang utama adalah dengan memilah dan milihnya, khususnya limbah rumah tangga berupa cairan.

Adapun beberapa contoh air limbah cair rumah tangga bisa berupa air sabun, bekas mandi, minyak bekas memasak, air deterjen hingga cairan kotoran. Dalam mengolah air limbah rumah tangga ini bisa kita lakukan dengan 5 cara sebagai berikut:

  1.     Penggunaan Bio Septic Tank

Bio septic tank bermanfaat untuk mengurai kotoran, serta untuk memastikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Penggunaannya mampu meminimalisir bau kotoran berkat penyaringan yang baik dan menghindari pencemaran tanah. Bio septic tank juga memiliki daya tampung yang baik untuk air dan kotoran padat. Bio septic tank juga terbuat dari serat fiber yang tebal sehingga anti bocor.

  1.     Membuat Sumur Resapan

Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dapat kita perlukan untuk mengembalikan air hujan kedalam tanah. Juga dapat kita gunakan untuk menampung air hujan agar dapat meresap kembali ke dalam tanah. Sumur resapan berbeda dengan sumur air minum karena fungsinya yang berkebalikan. Manfaat sumur resapan yaitu mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah, mengurangi terjadinya banjir, menampung air yang nantinya akan kita butuhkan sesuai dengan peruntukannya.

  1.     Olah Sisa Minyak Jadi Biodiesel

Jika anda memiliki limbah minyak goreng atau jelantah jangan langsung buang ke sungai atau tanah. Minyak jelantah yang dikonsumsi kembali dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kanker. Jelantah juga tidak mudah beku karena akan mudah mencair bila terkena sinar matahari. Olah kembali jelantah menjadi biodesel sebagai pengganti BBM. Berdasarkan data iInternational Council on Clean Transportation, potensi pemanfaatan minyak jelantah di Indonesia dapat mencapai 3 juta kilo liter dengan potensi penurunan emisi 11,5 juta ton CO2e.

  1.     Pengelolaan Greywater

Greywater adalah limbah cair domestik yang terpisah dengan limbah dari toilet/kakus (black water). Greywater berasal dari bekas air mandi dari buthup/shower/atau bak mandi, air bekas mencuci pakaian baik dari mesin cuci atau ember-ember cucian, dan air bekas aktifitas dapur rumah tangga, gedung-gedung perkantoran maupun sekolah.

Greywater dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif guna mengatasi defisit air di wilayah perkotaan. Hasil olahan greywater dapat dimanfaatkan untuk keperluan non-potable seperti menyiram tanaman, membilas toilet, mencuci kendaraan, dan kebutuhan out door lain.

  1.     Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Lewat Penyuluhan

Semua cara di atas tidak akan berhasil jika tidak ada kesadaran dari masyarakat. Adakan penyuluhan dengan mengundang para ahli dalam bidang pengolahan limbah. Berikan arahan bagaimana cara yang benar dalam mengolah limbah rumah tangga. Jelaskan pula manfaat yang akan mereka dapatkan dan dampak dari pengolahan limbah tersebut.

Dalam mendukung gerakan pengeloaan limbah cair, limbah padat, pengeloaan air hujan dan sistem air bersih dalam kehidupan rumah tangga dan masyarakat PT. Wahana Duta Jaya Rucika sebagai produsen sistem perpipaan terlengkap di Indonesia menghadirkan produk-produk yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan sistem perpipaan. Untuk mengetehui lebih jelas produk apa saja yang bisa diaplikasikan dalam kebutuhan perpipaan rumah tangga silakan klik disini

-JDW-

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

  • There are no post to show.

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

 

 

Scroll to Top