Perubahan Iklim dan Air

Perubahan Iklim dan Air

Gerah? Kepanasan? Mungkin itu yang kita rasakan akhir akhir ini. Suhu panas yang kita rasakan merupakan efek dari pancaroba dari musim hujan ke musim panas, ditambah lagi dengan adanya pemanasan global yang telah mencapai ambang batas stabil sejak 2015, dan mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir sebanyak 10 persen dan hampir mendekati 50 persen untuk periode 2022 – 2026. Paris Agreement dibuat untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak melebihi 2°C setiap tahunnya, perjanjian yang telah diikuti oleh 195 negara ini memuat 5 hal esensial, salah satunya yaitu memitigasi dampak pemanasan global melalui pengurangan emisi gas rumah kaca terutama karbon dioksida untuk meminimalisir efek rumah kaca sehingga kenaikan temperatur bumi dapat diperlambat.

Air merupakan elemen yang terlibat diseluruh komponen bumi ini (atmosfer, biosfer, permukaan tanah, dll) terutama berkaitan erat pada siklus hidrologi yang terhubung pada perubahan suhu atmosfer dan keseimbangan radiasi. Peningkatan suhu bumi semakin nyata, hal ini membuat salju dan es di kutub utara dan selatan mencair dan menyebabkan permukaan air laut menjadi naik. Peningkatan suhu bumi yang konsisten selama beberapa dekade ini juga berdampak siklus hidrilogi dan sistem hidrologi, seperti berubahnya pola curah hujan, meningkatnya kelembaban uap air, meningkatnya penguapan, perubahan pada kelembapan permukaan tanah dan limpasan air hujan.

Penggunaan air bersih di banyak negara mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas industri, pertumbuhan ekonomi dan juga gaya hidup. Irigasi menyumbang penggunaan air sebesar 70% diseluruh dunia, dan sebanyak 90% penggunaan air tidak dapat digunakan kembali. Sedangkan untuk kualitas dari air permukaan dan air tanah mengalami penurunan yang diakibatkan dari meningkatnya aktivitas agrikultur dan industri, untuk mengatasi hal ini, di negara maju seperti Uni Eropa telah mengembangkan dan memperkuat standar effluent dan juga memperbaiki fasilitas IPAL.

Turunnya kualitas air yang ada di bumi tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas agrikultur dan industri, perubahan iklim juga sangat berpengaruh pada kualitas air yang ada di bumi. Peningkatan suhu bumi menyebabkan adanya pathogen mematikan pada sumber air bersih, perubahan siklus hidrologi membuat air bersih menjadi lebih sulit diakses, permukaan air laut yang naik dapat menyebabkan air tawar menjadi tercemar oleh air laut, sebanyak 74% bencana alam sepanjang 2001 – 2018 berhubungan dengan air (termasuk banjir dan kekeringan).

Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam menjaga bumi sangat diperlukan demi kuantitas dan kualitas air yang terjaga, dan juga ekosistem yang layak untuk dihuni oleh makhluk hidup.

 

ARI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terkait

BLOG

NEWS

  • There are no post to show.

TERBARU

rucika adalah perusahaan yang bergerak dalam menproduksi dan mengembangkan sistem pengaliran di indonesia dengan mode perpipaan. Untuk harga pipa air dari rucika sangat terjangkau keseluruh masyarakat indonesia.

 

 

Scroll to Top